Word to the Wise

Kalau U tidak tersenyum di pagi hari, maka kapan U akan tersenyum lagi???? :) Awali harimu dengan senyuman,ungkapkan rasa syukur U pada Allah SWT,agar U selalu semangat dalam menjalani hidup ini ^^ OK!!!!!
Haaiiiii,,,,,,,,LET US CARE WITH THEM :)

Ini teman"Q lhoch

Jangan lupa waktu ea :)

Free Monkey ani Cursors at www.totallyfreecursors.com

Rabu, 13 Juni 2012

Masalah yang dihadapi anak tunagrahita

a. Masalah kesulitan dalam kehidupan sehari-hari
Masalah ini berkaitan dengan kesehatan dan pemeliharaan diri dalam kehidupan sehari-hari. Melihat kondisi keterbatasan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari mereka banyak mengalami kesulitan, apalagi yang termasuk kategori berat dan sangat berat. Pemeliharaan kehidupan sehari-harinya sangat memerlukan bimbingan. Oleh sebab itulah disekolah diharapkan dapat memberikan sumbangan yang berarti dalam melatih dan membiasakan anak didik untuk merawat dirinya sendiri. Masalah-masalah yang sering ditemui diantaranya adalah; cara makan, menggosokkan gigi, memakai baju, memakai sepatu dan lain-lain.
b. Masalah kesulitan belajar
Dapat disadari bahwa dengan keterbatasan kemampuan berpikir mereka, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa mereka sudah tentu mengalami kesulitan belajar yang tentu pula kesulitan tersebut terutama dalam bidang pengajaran akademik, sedangkan untuk bidang studi, non akademik mereka tidak banyak mengalami kesulitan belajar. Masalah-masalah yang sering dirasakan dalam kaitannnya dengan proses belajar mengajar diantaranya: kesulitan menangkap pelajaran, kesulitan dalam belajar yang baik, mencari metode yang tepat, kemampuan berpikir abstrakyang terbatas, daya ingat yang lemah dan sebagainya.
c. Masalah penyesuaian diri
Masalah ini berkaitan dengan masalah-masalah atau kesulitan dalam hubungannya dengan kelompok maupun individu disekitarnya. Disadari bahwa kemampuan penyesesuaian diri dengan lingkungan sangat dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan. Karena tingkat kecerdasan anak tunagrahita jelas-jelas berada dibawah rata-rata (normal) maka dalam kehidupan bersosialisasi mengalami hambatan. Disamping itu mereka ada kecenderungan diisolir oleh lingkungannya, apakah itu masyarakat ataupun keluarganya. Dapat juga terjadi anak ini tidak diakui secara penuh sebagai individu yang berpribadi dan hal tersebut dapat berakibat fatal terhadap pembentukan pribadi, sehingga mengakibatkan suatu kondisi pada individu itu tentang ketidakmampuannya didalam menyesuaikan diri baik terhadap tuntutan sekolah, keluarga, masyarakat, dan bahkan terhadap dirinya sendiri.
d. Masalah penyaluran ke tempat kerja
Kehidupan anak tunagrahita cenderung banyak yang masih menggantungkan diri kepada orang lain terutama kepada keluarga (orang tua) dan masih sedikit sekali yang sudah dapat hidup mandiri, inipun masih terbatas pada anak tunagrahita ringan. Bila di perhatikan benar-benar kehidupan anak tunagrahita ini cukup memprihatinkan. Setelah selesai mengikuti program pendidikan ternyata masih banyak yang sangat menggantungkan diri dan membebani kehidupan keluarga. Perlu ada imbangan dari pihak sekolah untuk lebih banyak meningkatkan kegiatan non-akademik baik itu berupa kerajinan tangan, keterampilan, dan sebagainya. Yang semuanya itu diharapkan dapat membekali mereka untuk terjun ke masyarakat.
e. Masalah gangguan kepribadian dan emosi
Memahami akan kondisi karakteristik mentalnya, nampak jelas bahwa anak tunagrahita kurang memiliki kemampuan berpikir, keseimbangan pribadinya kurang konsistan / labil, kadang-kadang stabil dan kadang-kadang kacau. Kondisi yang demikian itu dapat dilihat pada penampilan tingkah lakunya sehari-hari, misalnya : berdiam diri berjam-jam lamanya, gerakan hiperaktif, mudah marah dan mudah tersinggung, suka mengganggu orang lain di sekitarnya (bahkan tindakan merusak/destruktif).
f. Masalah pemanfaatan waktu luang
Wajar bagi anak tunagrahita dalam tingkah lakunya sering menampilkan tingkah laku nakal. Dengan kata lain bahwa anak-anak ini berpotensi untuk mengganggu ketenangan lingkungannya, terhadap benda-benda ataupun manusia di sekitarnya, apalagi mereka yang hiperaktif. Sebenarnya sebagian dari mereka cenderung suka berdiam diri dan menjauhkan diri dari keramaian sehingga hal ini dapat berakibat fatal bagi dirinya, karena dapat saja terjadi bunuh diri. Untuk mengimbangi kondisi ini sangat perlu imbangan kegiatan dalam waaktu luang, sehinggaa mereka dapat terjauhkan dari kondisi yang berbahaya, dan pula tidak sampai mengganggu ketenangan masyarakat maupun keluarga sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan cari lewat sini

Memuat...

Terjemahkan Bahasa

Posting Terbaru

get this widget here

Pengunjung :)

Buka Buku Tamu

Labels